Jual 3M Petrifilm Kirim Seluruh Indonesia

Petrifilm Aerobic Count (AC) Plate adalah solusi standar industri untuk pengujian Total Plate Count (TPC) atau Angka Lempeng Total (ALT). Meskipun proses inokulasinya sangat mudah (hanya “tuang dan tekan”), tahap membaca hasil (interpretasi) seringkali membuat analis laboratorium baru merasa ragu.

“Apakah titik kecil ini bakteri atau sisa sampel makanan?”

“Kenapa warnanya merah muda pudar, bukan merah terang?”

Artikel ini akan membedah cara membaca hasil Petrifilm AC dengan tepat agar data laporan laboratorium Anda valid dan tidak bias.


Memahami Cara Kerja Indikator Warna

Sebelum menghitung, Anda perlu tahu “mengapa” koloni di Petrifilm AC berwarna merah.

Media ini mengandung indikator pewarna yang disebut TTC (Triphenyl Tetrazolium Chloride).

  1. Bakteri yang hidup dan tumbuh akan memetabolisme nutrisi dalam media.

  2. Proses metabolisme ini mereduksi indikator TTC.

  3. Hasilnya: Bakteri akan tampak sebagai titik berwarna merah.

Prinsip dasarnya sederhana: Semua titik merah adalah koloni bakteri, terlepas dari ukuran atau intensitas warna merahnya.


Area Hitung Standar (Range Ideal)

Untuk hasil yang paling akurat secara statistik, pilihlah plat yang memiliki jumlah koloni di rentang 25 – 250 koloni.

  • Cara Menghitung: Hitung semua titik merah yang terlihat di dalam area sirkular (lingkaran area pertumbuhan).

  • Waktu Inkubasi: Standar umum adalah 48 jam ± 3 jam pada suhu 35°C (atau 30°C sesuai ISO 4833).


3 Skenario “Membingungkan” dan Solusinya

Inilah bagian di mana banyak kesalahan terjadi. Berikut panduan mengatasi kondisi yang tidak ideal:

1. Membedakan Koloni vs Partikel Makanan

Seringkali sampel makanan yang memiliki serpihan (seperti tepung, rempah, atau daging giling) meninggalkan residu di dalam gel.

  • Koloni Bakteri: Biasanya memiliki tepi yang bulat/halus dan berwarna merah (akibat reaksi enzim).

  • Partikel Makanan: Bentuknya tidak beraturan (abstrak), dan warnanya biasanya sesuai warna asli makanan atau tidak berubah menjadi merah khas indikator.

  • Tips: Jika ragu, lihat apakah ada “halo” atau fokus warna di tengahnya. Bakteri biasanya memiliki pusat warna yang lebih pekat.

2. Menghitung TNTC (Too Numerous To Count)

Jika sampel Anda sangat kotor, bakteri bisa tumbuh sangat padat hingga sulit dihitung satu per satu. Pada Petrifilm AC, TNTC memiliki ciri khas:

  • Warna Latar: Area gel berubah menjadi kemerahan atau merah muda secara keseluruhan.

  • Ukuran Koloni: Koloni menjadi sangat kecil (titik-titik halus) di pinggiran.

  • Solusi:

    • Jika masih bisa dilihat terpisah, hitung koloni dalam satu kotak grid (1 cm x 1 cm), lalu kalikan dengan 20 (karena luas area pertumbuhan adalah 20 cm²).

    • Jika seluruh area berwarna merah muda pekat, laporkan sebagai TNTC atau lakukan pengenceran lebih lanjut (misal dari $10^{-1}$ ke $10^{-3}$).

3. Menangani Bakteri Spreader (Liquefier)

Beberapa jenis bakteri tanah (seperti Bacillus spp.) dapat mencairkan gel (liquefier) atau menyebar menutupi koloni lain.

  • Ciri: Ada area yang terlihat “leleh” atau cair di tengah gel.

  • Cara Hitung: Jika terjadi pencairan, hitung setiap area yang mencair sebagai satu koloni. Jika ada koloni merah yang jelas terpisah di dalam area cair tersebut, hitung sebagai koloni tambahan.


Rumus Perhitungan Cepat

Petrifilm AC dilengkapi dengan gridline (garis kotak-kotak) di latar belakangnya untuk membantu estimasi.

$$Total \ Koloni = (Rata-rata \ jumlah \ koloni \ per \ kotak) \times 20$$

Gunakan rumus ini hanya jika jumlah koloni melebihi 250 (estimasi), namun belum sampai tahap TNTC total.


 

Kesimpulan

Kunci keberhasilan membaca Petrifilm AC adalah fokus pada indikator warna: Merah artinya Bakteri. Jangan terkecoh oleh bentuk yang tidak bulat sempurna atau serpihan sampel yang tidak berwarna merah.

Jika Anda sering menemukan hasil TNTC, itu tanda bahwa Anda perlu meningkatkan faktor pengenceran sampel Anda di pengujian berikutnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *