Jual 3M Petrifilm Kirim Seluruh Indonesia

Dalam dunia mikrobiologi pangan, efisiensi dan akurasi adalah segalanya. Metode konvensional menggunakan media agar tuang (pour plate) seringkali memakan waktu persiapan yang lama dan membutuhkan ruang inkubator yang besar. Inilah mengapa Petrifilm E. coli / Coliform Count (EC) Plate (baik kemasan lama 3M maupun kemasan baru Neogen) menjadi standar emas di banyak laboratorium Quality Control.

Namun, hasil yang akurat sangat bergantung pada teknik pengerjaan yang benar. Kesalahan kecil saat inokulasi bisa menyebabkan penyebaran gel tidak rata atau kontaminasi yang membiaskan hasil.

Artikel ini akan memandu Anda melakukan uji mikrobiologi menggunakan Petrifilm dengan 3 langkah standar yang sesuai dengan prosedur AOAC dan ISO.


Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memulai, pastikan Anda telah menyiapkan:

  1. Petrifilm E. coli / Coliform Count Plate (Pastikan belum kadaluarsa).

  2. Sampel Makanan/Minuman yang sudah dihomogenisasi dan diencerkan (biasanya pengenceran 1:10 atau sesuai kebutuhan).

  3. Pipet Mikron ukuran 1 mL (beserta tips steril).

  4. Petrifilm Spreader (Pemberata plastik datar khusus untuk E. coli/Coliform).

  5. Inkubator yang sudah diset suhunya (biasanya 35°C atau 37°C).

Catatan Penting: Pastikan pH sampel Anda berada di kisaran 6.6 – 7.2. Jika pH terlalu asam atau basa, gel pada Petrifilm mungkin tidak akan memadat dengan sempurna. Gunakan NaOH atau HCl encer untuk menetralkan sampel jika perlu.


Langkah 1: Teknik Inokulasi (Penuangan Sampel)

Ini adalah tahap paling krusial. Ikuti gerakan ini agar sampel menyebar rata:

  1. Letakkan Petrifilm di atas permukaan meja yang datar dan rata.

  2. Angkat lapisan film penutup bagian atas (top film).

  3. Ambil 1 mL sampel menggunakan pipet. Posisikan pipet tegak lurus di tengah-tengah area inokulasi (bagian bawah film).

  4. Tekan pipet perlahan untuk mengeluarkan sampel tepat di tengah. Jangan sampai ujung pipet menyentuh media.

  5. Tutup kembali lapisan film atas secara perlahan dengan gerakan “menggulung” (rolling) untuk mencegah terperangkapnya gelembung udara.

  6. Penggunaan Spreader: Letakkan spreader (sisi datar menghadap bawah) tepat di tengah tumpukan film tadi. Tekan bagian tengah spreader secara lembut untuk meratakan inokulum.

    • Tips: Jangan menggeser atau memutar spreader. Cukup tekan lembut, lalu diamkan selama 1 menit agar gel memadat.

Langkah 2: Proses Inkubasi

Salah satu keunggulan Petrifilm adalah hemat tempat (“Space Saving”).

  • Susun tumpukan Petrifilm di dalam inkubator. Anda bisa menumpuk hingga maksimal 20 plat secara vertikal.

  • Atur suhu inkubator sesuai standar metode yang Anda ikuti:

    • AOAC Official Methods: Biasanya 35°C ± 1°C selama 24 jam (untuk Coliform) dan 48 jam (untuk E. coli).

    • Pastikan sirkulasi udara di dalam inkubator terjaga dan tidak terlalu kering, atau gunakan wadah berisi air di dalam inkubator untuk menjaga kelembapan.

Langkah 3: Interpretasi Hasil (Cara Baca)

Setelah masa inkubasi selesai, saatnya menghitung koloni. Petrifilm EC Plate memiliki indikator warna khusus yang memudahkan pembedaan bakteri.

A. Membaca Koloni Coliform

Coliform menghasilkan asam dan gas dari fermentasi laktosa.

  • Ciri-ciri: Koloni berwarna merah yang dikelilingi oleh gelembung gas.

  • Hitungan: Hitung semua koloni merah + gas sebagai Coliform.

B. Membaca Koloni E. coli

Sebagian besar E. coli menghasilkan enzim beta-glucuronidase yang bereaksi dengan indikator BCIG pada media.

  • Ciri-ciri: Koloni berwarna biru hingga biru-merah yang dikelilingi oleh gelembung gas.

  • Hitungan: Hitung koloni biru + gas sebagai E. coli.

Rumus Sederhana:

  • Total Coliform = (Koloni Merah dengan gas) + (Koloni Biru dengan gas).

  • Total E. coli = Hanya Koloni Biru dengan gas.


Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Q: Bagaimana jika ada koloni tanpa gelembung gas? A: Pada Petrifilm EC, koloni tanpa gelembung gas tidak dihitung sebagai Coliform maupun E. coli (biasanya bakteri lain).

Q: Apakah Petrifilm 3M berbeda cara pakainya dengan Neogen? A: Tidak ada perbedaan. Sejak akuisisi 3M Food Safety oleh Neogen, formulasi dan cara penggunaan produk tetap sama. Hanya logo pada kemasan yang berubah secara bertahap.

Q: Berapa lama Petrifilm yang sudah dibuka bisa disimpan? A: Sachet yang sudah dibuka harus dilipat ujungnya, direkatkan dengan selotip, dan disimpan di suhu dingin (kulkas/chiller). Sebaiknya digunakan habis dalam waktu 1 bulan setelah dibuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *